Harga Bawang Turun September 2017

Harga Bawang Turun, Agustus 2017 Deflasi 0,07 Persen

Kabar Gembira untuk para ibu-ibu karena harga bawang merah dan bawang putih turun.

Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada bulan Agustus 2017 sebesar persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan pada bulan Juli 2017 yang tercatat inflasi sebesar 0,22 persen.

“Kabar inflasi pada Agustus 2017 ini menggembirakan,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (4/9/2017).

Inflasi tahun kalender (Januari-Agustus 2017) tercatat sebesar 2,53 persen. Adapun inflasi secara tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 3,82 persen. Dari 82 kota yang dipantau BPS, tercatat sebesar 47 kota mengalami deflasi dan 35 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Ambon, yakni -2,08 persen dan terendah di Samarinda sebesar -0,03 persen.

Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09 persen dan terendah terjadi di Batam, yakni 0,01 persen.

Suhariyanto menjelaskan, deflasi pada Agustus 2017 dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yakni tarif angkutan udara, harga bawang merah, dan harga bawang putih. Harga bawang merah tercatat turun cukup signifikan, yakni 11,7 persen dan harga bawang putih turun 13,7 persen.

Adapun tarif angkutan udara tercatat turun 8,3 persen setelah mengalami kenaikan pada periode Lebaran. Inflasi inti pada Agustus 2017 tercatat sebesar 0,28 persen.

Deflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) dan harga pangan bergejolak (volatile food) masing-masing tercatat sebesar 0,48 persen dan 0,57 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *